Top! Tambahan Utang 2022 Akan Lebih Kecil, Tak Sampai Rp900 T

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp



Jakarta, CNBC Indonesia – Defisit anggaran diperkirakan mencapai 4,3%, atau bisa lebih rendah dari yang tercantum pada Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022 sebesar 4,85% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Hal ini tentu sangat positif, karena bisa mengurangi porsi penarikan utang yang sudah direncanakan pemerintah.

“Sekarang dengan tren yang kita dapat kemungkinan besar akan lebih rendah (defisit) dan begitu juga dengan kebutuhan pembiayaan utangnya,” ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu saat berbincang dengan wartawan, Rabu (12/1/2022).

Tahun lalu defisit menyusut cukup signifikan akibat lonjakan harga komoditas internasional dan pemulihan ekonomi nasional yang mendorong penerimaan negara. Dari posisi tertinggi di 2020 sebesar 5,70% terhadap PDB menjadi 4,65% terhadap PDB di 2021.

Realisasi 2021 pun lebih rendah dari yang diasumsikan. Sehingga pemerintah berhasil membatalkan rencana penarikan utang baru sampai Rp 300 triliun.

Pada tahun ini, dengan asumsi awal defisit 4,85% dari PDB atau Rp 868 triliun, pemerintah akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp 991,3 triliun . Secara bruto SBN yang diterbitkan Rp 1.300,1 triliun.

Pada rinciannya SBN bruto meliputi penerbitan domestik reguler akan memakan porsi terbesar, yaitu sebanyak 78-83%. Selanjutnya SBN valuta asing (valas) 11-14% dan SBN ritel 6-8%.

Defisit yang rendah juga akan mengurangi penarikan utang baru. “Nah jangan khawatir di 2022 nanti utangnya juga akan terkendali,” tegas Febrio.

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)




Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore