Survei: Elektabilitas Tertinggi Masih Didominasi Prabowo dan Ganjar

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


JARINGAN Survei Publik Indonesia (JSPI) menggelar jajak pendapat terkait siapa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang paling banyak dipilih oleh masyarakat pada Pilpres 2024. 

Dalam survei pada 9-21 Desember 2021 itu, para responden ditanya seberapa besar mereka akan memilih dari nama-nama yang disodorkan.

Mayoritas responden memilih Prabowo Subianto dengan persentase 24,5%. Adapun di posisi kedua ada nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 13,9%, lalu di posisi ketiga ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 13,4%. 

“Sedangkan posisi keempat ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 9,1% dalam survei yang melibatkan 1.520 responden di 34 provinsi. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,5 persen,” ujar Manajer Riset JSPI, Yuyun Andriani, Kamis (13/1).

Dalam survei ini JSPI juga melakukan simulasi terhadap enam tokoh yang berpotensi terlibat di Pilpres 2024 yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, hingga Airlangga Hartarto. Para responden ditanya seberapa besar potensi mereka memilih salah satu dari tokoh tersebut jika maju dalam Pilpres 2024.

“Elektabilitas tertinggi masih dipegang Prabowo Subianto dengan raihan keterpilihan sebesar 28,3%,” ujar Yuyun.

Sementara, posisi kedua, lanjut Yuyun, ditempati oleh Ganjar Pranowo dengan elektabilitas sebesar 15,1%. Angka ini, mengungguli Anies Baswedan yang berada pada posisi tiga dengan raihan elektabilitas 13,9%. Sementara, posisi keempat, kelima dan keenam masing-masing diisi oleh Ridwan Kamil dengan angka 13,2%. Kemudian Sandiaga Uno sebesar 9,8% yang mengungguli sedikit raihan Airlangga Hartanto sebesar 9,6%.

“Hasil survei mengonfirmasi trend umum temuan lembaga survei lain bahwa posisi runner up dan ketiga masih ditempati oleh Ganjar dan Anies secara bergantian,” tandasnya. 

JSPI juga melakukan simulasi capres dan cawapres dengan memasukkan tiga nama pasangan calon. Simulasi dilakukan hingga empat kali dengan menggunakan tiga nama pasangan calon. Dalam simulasi tiga nama ini, Prabowo unggul apabila dipasangkan dengan Ganjar Pranowo. 

Pada simulasi pertama, Prabowo-Puan mendapatkan elektabilitas 38,3%,Anies-Sandi sebanyak 18,4% lalu Airlangga-Ganjar 17,8%. 

Sementara pada simulasi kedua,  Prabowo-Ganjar meraih 39,7%, Airlangga-Anies 21,8% dan. Sandi-AHY sebanyak 16,9%.

Sedangkan pada simulasi ketiga, Prabowo-Anies meraih 37,8%, Ganjar-Erick Thohir 20,3%, Airlangga-Muhaimin Iskandar 14,3%. Pada simulasi terakhir, Prabowo-Sandi  meraih 30,3%, Anies-Ganjar 24,1% dan  Airlangga-Erick 18,9%.

Untuk simulasi dua nama, Prabowo-Ganjar masih unggul dibanding dengan lainnya. Hanya saja, angka Prabowo-Anies juga membayangi dengan hasil yang tipis. Hasilnya, Prabowo-Ganjar meraih 42,5%, sedangkan Airlangga-Anies 30,5 % . Simulasi kedua, Prabowo-Puan 38,3%, Ganjar-Airlangga 26,7%. Pada simulasi ketiga, Prabowo-Anies mendulang 42,2% Ganjar-Airlangga: 26,7%. Adapun pada simulasi terakhir, Prabowo-Erick meraih 38,8% dan  Ganjar-Sandi 22,1%.

“Prabowo sebagai capres dalam semua varian selalu mendapat elektabilitas tertinggi. Dari itu semua pasangan Prabowo-Ganjar yang tertinggi, terpaut tipis dengan Prabowo-Anies,” imbuh Yuyun.

Survei ini juga dilakukan melalui tatap muka langsung dengan menggunakan metodologi multistage random sampling yang memiliki margin of error (MoE) 2,5 persen.

Sementara itu, untuk latar belakang pemilih, diketahui mayoritas adalah tamatan SMA atau sederajat dengan pekerjaan petani, pedagang, peternak dan kalangan buruh. Kemudian untuk latar belakang religiusitas mayoritas beragama Islam dan dari etnis Jawa. (OL-8)

 

 

 

 

 






Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore