Sinergi Bank bjb dan Bank Bengkulu Perkuat Bisnis

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


INFO BISNIS – Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengubah pengelompokan perusahaan perbankan dari sebelumnnya Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) menjadi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti atau KBMI. Pengelompokan ini berlaku untuk seluruh bank umum, Kantor Cabang Bank Luar Negeri (KCBLN) serta bank umum syariah.

Perubahan kategorisasi tersebut diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12 /POJK.03/2021 tentang Bank Umum yang dirilis pada Agustus 2021 lalu dan sebelumnya telah disahkan pada 30 Juli 2021. Meski terdapat perubahan, OJK menjamin kategorisasi yang baru tidak akan membebani perbankan dalam menjalankan usahanya, bahkan membuka peluang bagi perbankan untuk saling berbagi infrastruktur untuk menciptakan perbankan yang lebih kuat dan efisien.

“Dengan POJK 12 ini dapat mempermudah perbankan mengembangkan bisnisnya, baik untuk melakukan transformasi dan akselerasi digitalisasi maupun sinergi perbankan untuk  meningkatkan efisiensi bagi operasional perbankan,” ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi .

Salah satu bentuk implementasinya pada  Selasa, 11 Januari 2022 di Jakarta, Dirut bjb Yuddy Renaldi, Pelaksana Tugas Dirut  Bank Bengkulu Ikhwanul Okti beserta Komisaris Utama Independen Bank Bengkulu Ridwan Nurazi  menandatangani Nota Kesepahaman bersinergi untuk pengembangan usaha kedua belah pihak. 

Sinergi tersebut tidak terbatas pada penggunaan infrastruktur bersama khususnya teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, likuiditas, pembiayaan bahkan permodalan karena Bank Bengkulu berada pada kelompok KBMI 1 dengan modal inti Rp 1 trilliun (per September 2021).

Kedua bank ini diketahui memiliki kinerja yang baik. bank bjb sampai September 2021 memiliki total aset hampir Rp 160 trilliun, laba bersih sebesar Rp 1,4 trilliun dan tingkat NPL 1,3 persen. sedangkan Bank Bengkulu memiliki total aset sebesar Rp 8,6 trilliun, laba bersih sebesar Rp 73 milliar dan tingkat NPL 0,88 persen. 

Dengan bersinergi tentu akan memberikan manfaat yang positif bagi kedua BPD tersebut. Bahkan Yuddy Renaldi  menyatakan bank bjb sangat terbuka untuk kolaborasi dengan BPD lainnya. Sinergi yang dilakukan harus memberikan manfaat yang positif bagi kedua belah pihak untuk pengembangan bisnis bersama.

Bank bjb merupakan BPD terbesar di Indonesia dengan infrastruktur yang mumpuni sehingga  dapat dimanfaatkan BPD  bersama sama.  Saat ini bank bjb memiliki sejumlah produk digital seperti DIGI dan DigiCash bank bjb, (QRIS), bjb e-Tax, Social Fund Transfer untuk penyaluran dana Bantuan, Cash Management System, dan Loan Onboarding untuk pengajuan kredit melalui aplikasi. Lalu bjb University pun dapat dipergunakan untuk pengembangan SDM bersama. 

Dengan dilakukannya sinergi, kemampuan pembiayaan akan meningkat karena bank bjb dengan modal yang jauh lebih besar akan mampu menyerap kebutuhan kredit dengan nilai yang lebih besar. Untuk pembangunan infrastruktur daerah maupun proyek strategis  di wilayah Bengkulu sehingga dapat dilakukan pembiayaan bersama dengan Bank Bengkulu.(*)





Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore