Pemkot Palembang Antisipasi Meningkatnya Kasus DBD

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


INTENSITAS hujan yang saat ini meningkat, membuat Pemerintah Kota Palembang, Sumsel mewaspadai warganya untuk mencegah timbulnya beragam penyakit. Salah satunya demam berdarah (DBD) yang kerap terjadi saat adanya peningkatan curah hujan di Palembang.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengingatkan seluruh puskesmas dan camat di Kota Palembang untuk tidak lengah terhadap potensi merebaknya kasus DBD.

“Saat ini di Kota Palembang sendiri sedang tinggi-tingginya curah hujan sehingga berdampak pada peningkatan kasus DBD. Kita tidak boleh lengah dan harus waspada terhadap perkembangan kasus DBD, maka dari itu saya mengajak semua tenaga kesehatan, camat dan lurah untuk menjaga kebersihan lingkungan,” katanya, Selasa (11/1).

Ratu Dewa mengatakan, imbauannya ini bukan tanpa alasan karena berkaca dari perkembangan tren kasus DBD dari 2017-2022 mengalami peningkatan mencapai 246 kasus. “Di Januari ini saja sudah ada lima kasus, dan paling tinggi terjadi di Kecamatan Sako, Ilir Timur II, dan Ilir Barat I. Saya imbau agar kita semua peduli terhadap perkembangan kasus DBD ini,” ujarnya.

Menurut Dewa, lokasi-lokasi yang termasuk memiliki tren kasus cukup tinggi dikarenakan kawasan itu adalah daerah pemukiman padat penduduk. Diakuinya, peranan warga sekitar juga diharap ikut berpartisipasi menjaga lingkungan agar terhindar dari DBD.

“Dari Dinkes sudah melaksanakan tahapan imbauan ke tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT/RW memberikan edukasi agar benar-benar masyarakat menjaga kebersihan dan rutin fogging dan sebagainya,” katanya.

Di sisi lain, peningkatan kasus itu juga beriringan dengan musim pancaroba yang terjadi di Kota Palembang. Dijelaskannya, memiliki sanitasi lingkungan yang baik, serta menerapkan tata laksana 3 M dapat membantu menghindarkan dari serangan nyamuk Aedes Aegypti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina mengatakan biasanya peningkatan kasus terjadi saat curah hujan yang tinggi. Karenanya, langkah preventif harus dilakukan. Bila terjadi kasus di suatu daerah maka harus segera dilakukan fogging dan tata laksana penanganan DBD.

“Fogging itu dilakukan bukan harus untuk tindakan preventif saja, namun saat ada kasus, laporan dan penyelidikan epidemiologi maka dilakukan fogging. Masyarakat sebaiknya mengenali gejala DBD sehingga penanganan dini bisa segera dilakukan,” jelasnya. (OL-15)






Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore