Pemkab Cianjur Kembali Buka Kawasan Alun-alun

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


HAMPIR dua tahun Alun-alun Cianjur, Jawa Barat, ditutup menyusul terjadinya pandemi covid-19. Sebelum pandemi, Alun-alun yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Februari 2019 itu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Sebagai lanskap ikon Kabupaten Cianjur, hampir setiap akhir pekan, kawasan yang berada di lahan seluas lebih kurang 3 hektare itu selalu ramai dikunjungi. Sayang, terjadinya pandemi covid-19 membuat pemerintah daerah setempat harus menutup Alun-alun karena khawatir terjadi kerumunan.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil keputusan membuka kembali Alun-alun untuk umum dengan berbagai persyaratan ketat mulai Selasa (11/1). Satu di antara pengetatannya, warga yang ingin mengunjungi Alun-alun harus sudah divaksin lengkap dosis pertama dan kedua. Di berbagai pintu masuk pun dipasang scan barcode PeduliLindungi serta petugas yang memeriksa sertifikat atau kartu vaksin bagi setiap pengunjung.

“Bagi yang belum divaksin, kami siapkan gerai vaksinasi,” kata Bupati Cianjur, Herman Suherman, seusai meresmikan pembukaan kembali Alun-alun Cianjur, Selasa (11/1).

Pengetatan dan pembatasan lainnya yakni soal durasi waktu kunjungan. Setiap pengunjung hanya boleh berada di kawasan Alun-alun selama dua jam.

“Kami juga membatasi jadwal kunjungan. Jadi, Alun-alun tidak setiap hari dibuka, tapi hanya pada Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu,” ujarnya.

Pada Selasa dan Kamis, waktu operasionalnya dibuka mulai pukul 10.00-16.00 WIB. Sedangkan pada Sabtu mulai pukul 08.00-20.00 WIB dan Minggu mulai pukul 08.00-18.00 WIB.

Di pintu gerbang masuk utara atau dari Jalan Suroso, sekarang terdapat sebuah bangunan bernama Pojok Baca Digital (Pocadi). Di spot ini terdapat berbagai buku bacaan yang bisa dimanfaatkan masyarakat sambil liburan di Alun-alun.

“Sekarang mulai dibuka stand dari para pelaku UMKM di kawasan Alun-alun. Ini untuk membantu para pelaku UMKM serta menggeliatkan lagi sektor ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Dasar yang menjadi pertimbangan Kabupaten Cianjur membuka kembali Alun-alun salah satunya capaian vaksinasi covid-19. Saat ini cakupan vaksinasi sudah di kisaran 73% atau melebihi target. Kemudian tren penyebaran kasus baru konfirmasi covid-19 yang terpantau melandai sejak 2 bulan terakhir.

Bersamaan dibukanya kembali Alun-alun, Bupati Cianjur juga membuka kembali ruas Jalan Siti Jenab yang juga sempat ditutup cukup lama. Namun, pembukaannya masih dalam tahap uji coba. Kendaraan yang boleh melintas pun terbatas milik pribadi. “Kalau angkot (angkutan kota) belum bisa melintas. Hanya untuk kendaraan pribadi dengan sistem satu arah,” ucap Herman.

Dibukanya kembali Jalan Siti Jenab, lanjut Herman, salah satunya atas keinginan masyarakat. Ditambah juga sebagai upaya mendongrak kembali perputaran roda ekonomi lantaran selama ini Jalan Siti Jenab merupakan

salah satu sentra perniagaan di pusat kota.

“Karena ini masih sebatas uji coba, kami buka mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Kalau Jumat kita tutup dulu karena khawatir mengganggu ibadah salat Jumat di Masjid Agung,” pungkas Herman. (OL-15)






Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore