Nasib Avanza 2022 di Ujung Tanduk Nih, Apa Kabar Diskon Pajak

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Keuangan belum memastikan nasib diskon pajak untuk pembelian mobil baru yang berakhir di Desember 2021. Itu berarti, pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) akan kembali normal.

Akibatnya, mobil yang tahun lalu dapat diskon, kini mulai mengalami kenaikan harga yang signifikan, sampai puluhan juta rupiah.

“Sekarang harganya sudah kembali normal,” kata seorang wiraniaga Toyota di Jakarta kepada CNBC Indonesia, Selasa (4/1/21).

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia di situs resmi Toyota Astra Motor (TAM), terpantau kenaikan terjadi pada semua jenis All New Avanza dan All New Veloz, dengan kenaikannya pun beragam, mulai dari Rp 20 jutaan hingga Rp 30 jutaan. Tipe Avanza yang terkena kenaikan tertinggi adalah Avanza 1.5 G CVT TSS, semula harganya Rp 264,4 juta, kini naik menjadi Rp 293,4 juta.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan untuk insentif ini masih dibahas oleh Kementerian terkait. Sebab, masih dilihat apakah sektor tersebut masih perlu bantuan atau tidak.

“Untuk PPnBM, ke depan apakah kita perpanjang? Ini masih terus kita kaji,” ujarnya dalam bincang media, Rabu (12/1/2022).

Febrio menyebutkan saat ini fokus untuk insentif pajak bagi kendaraan rendah emisi seperti mobil listrik.

Ia menyebutkan, untuk mobil listrik atau yang full menggunakan baterai telah ditetapkan akan diberikan PPnBM 0%. Lalu kemudian, yang mobil listrik emisinya lebih tinggi PPnBM nya naik jadi 3% sampai kemudian hingga 15%.




Toyota juga membawa mobil hybridnya yaitu Camry Hybrid. Ubahan eksterior pada Camry Hybrid ada pada bumper depan, gril, serta pelek dan menambah fitur Toyota Safety Sense (TSS) dan Technology T Intouch. Saat ini harga mobil ini telah disesuaikan PPnBM berbasis emisi sehingga harganya menjadi Rp767 juta. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto
Toyota juga membawa mobil hybridnya yaitu Camry Hybrid. Ubahan eksterior pada Camry Hybrid ada pada bumper depan, gril, serta pelek dan menambah fitur Toyota Safety Sense (TSS) dan Technology T Intouch. Saat ini harga mobil ini telah disesuaikan PPnBM berbasis emisi sehingga harganya menjadi Rp767 juta. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

“Nah ini yang harus kita jaga konsistensinya, jangan tiba-tiba kita sudah punya kebijakan yang jelas, tapi ketika perekonomiannya sudah pulih kan yang kita harapkan adalah datangnya investasi untuk transformasi perekonomiannya juga,” jelasnya.

Pemerintah melihat sektor otomotif sudah mulai bangkit dan pulih serta perekonomian membaik sehingga dinilai tidak perlu diberikan ‘vitamin’ lagi. Pertimbangan itu yang masih dibahas pemerintah hingga saat ini.

“Itu menjadi pertimbangan yang cukup serius juga bagi kita. akan tetapi kita coba pelajari bagaimana dampaknya karena kita tahu dampaknya juga positif, ini masih terus kita kaji bersama-sama dengan KL-KL yang lain,” ujar dia.

Avanza Cs di Ujung Tanduk

Bila melihat batasan harga Rp 240 juta, untuk segmen low MPV seperti Toyota Veloz terancam tak dapat perpanjangan diskon ini, di situs resmi Toyota pada Desember 2021, harga Veloz dimulai dari Rp 251 juta.

Sedangkan Toyota Avanza harga terendah saat Desember 2021 masih dimulai dari Rp 206 juta. Namun, Avanza G CVT TSS dibanderol Rp 264,4 juta berpeluang tak dapat diskon perpanjangan bila usulan itu diberlakukan. Sedangkan Xpander juga berpeluang dapat diskon, terutama pada model terendah yaitu harga Rp 237 juta.

Namun, bila melihat acuan harga terbaru dari situs resmi Toyota Astra Motor, Selasa (4/1/2022), Toyota Avanza harganya sudah naik. Tipe terendah Avanza kini sudah naik jadi Rp 228,3 juta untuk tipe E, ada kenaikan dari harga Rp 2 juta dibandingkan Desember yang masih Rp 206 juta. Tipe G paling murah sudah naik jadi Rp 253,1 juta.

Artinya saat tak ada perpanjangan lagi diskon PPnBM untuk mobil baru, maka mobil seperti Avanza akan tetap mengalami kenaikan. Namun, sekalipun usulan dari Menteri Perindustrian seandainya disetujui, beberapa model Avanza berada ‘di ujung tanduk’ alias mengalami kenaikan harga signifikan secara permanen.

[Gambas:Video CNBC]

(dce/dce)




Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore