Maaf WHO Bawa Kabar Jelek Lagi Covid-19, Berani Baca?

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp



Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengumumkan update terbaru soal Covid-19 global. Rekor 15 juta infeksi Covid-19 baru, dilaporkan di seluruh dunia, dalam seminggu ini.

Hal tersebut didorong munculnya varian Omicron. Bahkan, strain yang pertama terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel) dan Bostwana itu, sudah menggantikan Delta.

“Banyaknya kasus membebani sistem perawatan kesehatan,” kata Pimpinan Teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove, dalam konferensi pers terbaru Rabu (12/1/2021).

“Meskipun Omicron tidak separah Delta, ini masih menempatkan orang di rumah sakit, masih membuat orang ke ICU dan membutuhkan perawatan klinis lanjutan. Ia (Omicron) masih membunuh orang.”

Lonjakan kasus terjadi di Amerika Utara dan Eropa. Amerika Serikat (AS) misalnya, mencatat penambahan 4,6 juta kasus Covid-19 baru hanya dalam waktu seminggu atau meningkat 73% dari sebelumnya.

Kenaikan di AS juga melebihi rata-rata global di rentang waktu yang sama, 55%. AS juga mencatat rekor kasus rawat inap, dengan 1,5 juta pasien baru.

“Kami melihat Delta kalah bersaing dengan Omicron di banyak populasi,” kata Van Kerkhove lagi.

“Meski kasus delta juga memuncak dalam beberapa bulan, Delta tidak mengambil alih dunia secepat kasus dan setinggi Omicron. Ini di luar grafik.”

Mengacu data 30 hari WHO, ada 357.000 atau sekitar 59% kasus adalah Omicron. Ini, mungkin belum menunjukkan data di lapangan sepenuhnya karena penundaan pelaporan dan batas pengurutan di beberapa negara.

Meski demikian, ia yakin Omicron masih bisa dikendalikan. Asal, warga mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan penyebaran termasuk vaksinasi.

“Tidak ada keniscayaan tentang virus ini dan bagaimana penyebarannya,” katanya meyakini varian baru akan terus muncul.

“Virus ini sedang dalam perjalanan untuk menjadi endemik.”

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan rawat inap memang tak setinggi gelombang sebelumnya, yang dipicu Delta. Namun tingkat kematian masih sangat tinggi, dengan rata-rata sekitar 48.000 per minggu.

Mengutip Worldometers, dunia sudah mencatat total 317 juta kasus Covid-19 sejak pandemi mewabah akhir 2019, dengan 5,5 juta kematian. Namun, ada 262 juta orang telah berhasil sembuh.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)




Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore