Komitmen Puan Soal Petani Milenial Menjadi Penangkal Impor Pangan

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


JawaPo.com – Pengamat politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengapresiasi gagasan dan komitmen Ketua DPR RI Puan Maharani untuk kesejahteraan petani Indonesia.
Salah satu langkah konkritnya lewat gagasan membentuk petani milenial.

Menurut Ujang, ide tersebut dinilai tepat dalam menerjemahkan gagasan nasionalisme karena kesejahteraan petani Indonesia akan menjadikan Indonesia memiliki ketangguhan dan ketahanan pangsan nasional yang baik.

“Fakta Indonesia sebagai negara agraris ditangkap Ibu Puan dengan sangat tepat. Yang beliau sampaikan di mana-mana kan soal ‘Petani Maju, Indonesia Sukses’. Itu juga serentak menjadi implementasi gagasan nasionalisme dalam rangka ketahanan pangan nasional,” ujar Ujang, Kamis (13/1).

Misalnya, urai Ujang, Puan menyampaikan dengan tegas supaya Indonesia tidak impor buah atau kebutuhan pokok masyarakat seperti bawang. Untuk bisa melakukan itu, maka petaninya harus maju dulu dan petaninya sukses.

“Karena semangat yang beliau sampaikan adalah melawan import dan kemandirian pangan di dalam negeri,” jelasnya.

Ujang mengatakan, salah satu tantangan Indonesia hari ini adalah kesejahteraan petani Indonesia, dan di balik isu kesejahteraan petani adalah persoalan kemandirian Indonesia pada bidang pangan di tengah gelombang impor yang tidak menguntungkan petani di dalam negeri.

“Kebetulan saya berksempatan berada di Jawa selama beberapa hari ini dan di mana-mana ada baliho Bu Puan soal gagasannya tentang petani tadi. Itu artinya beliau punya komitmen pada kesejahteraan petani apalagi isu impor pangan hari ini masih menjadi momok untuk petani kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ujang mengatakan, komitmen Puan soal petani milenial merupakan gebrakan yang bisa menjawab isu-isu kesejahteraan anak muda Indonesia.

Ujang mengatakan data yang ia peroleh bahwa jumlah petani di Indonesia ada kurang lebih 33 juta, namun kurang lebih hanya 29 persen yang berusia di bawah 40 tahun. Bukan hanya itu, angka pengangguran anak muda di Indonesia terbilang tinggi apalagi di tengah gelombang Covid -19 yang melanda Indonesia. Angka PHK kelompok pekerja anak muda pun terbilang banyak.

“Artinya Puan melihat ada kesempatan bagi anak muda untuk melihat peluang lain. Beliau mendorong agar anak muda harus siap menjadi petani yang sukses. Karena jika anak mudanya hebat maka bangsa ini akan jadi bangsa yang hebat juga,” tuturnya.

Dalam konteks kepemimpinan nasional, lanjut dia, Puan memiliki keunggulan determinan dibanding nama-nama lain. “Sekarang tinggal keunggulan-keunggulan ini diperjuangkan agar bisa diterima masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono





Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore