Kenali PayTren, Bisnis Milik Yusuf Mansur Yang Ramai Digugat

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp



Jakarta, CNN Indonesia

Yusuf Mansur berulangkali menghadapi gugatan sejumlah pihak karena salah satu bisnisnya, Paytren. Terbaru, ia digugat Rp98,7 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas tuduhan ingkar janji atau wanprestasi terhadap Zaini Mustofa.

Sebelum itu, Yusuf digugat oleh 12 orang atas tuduhan yang sama, yakni wanprestasi.

Kuasa hukum Yusuf bernama Deddy DJ mengatakan Yusuf tak pernah melakukan atau beritikad untuk melakukan penipuan. Namun, perusahaan Paytren yang didirikan oleh Yusuf kini justru disudutkan.

Deddy menjelaskan bahwa dalam bisnis tersebut, investor diminta menyetor uang Rp10 juta-Rp12 juta sebagai dana awal. Namun, uang itu akan dikembalikan dalam kurun waktu 10 tahun kemudian.

Lantas, apa itu Paytren yang kini disudutkan oleh banyak pihak?

Dilansir dari situs resmi paytren-am.co.id, PayTren merupakan manajer investasi syariah pertama di Indonesia yang didirikan oleh Yusuf di bawah nama PT PayTren Aset Manajemen (PAM). Perusahaan beroperasi sejak 24 Oktober 2017.

Perusahaan mendapatkan izin operasi oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-49/D.04/2017 tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Manajer Investasi Syariah kepada PT Paytren Aset Manajemen.

Paytren berkomitmen untuk memperluas pasar modal syariah Indonesia sesuai dengan rencana OJK.

Salah satu produk yang ditawarkan oleh Paytren adalah PAM Syariah Likuid Dana Safa. Produk itu merupakan reksa dana berbasis pasar uang syariah, di mana 100 persen uang nasabah akan ditempatkan pada instrumen pasar uang syariah.

Investasi tersebut memiliki jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun dan sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun yang telah ditawarkan melalui penawaran umum atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal itu bertujuan untuk melindungi modal dan untuk menyediakan likuiditas yang tinggi, sehingga saat dibutuhkan dapat dicairkan setiap hari kerja dengan risiko penurunan nilai yang minimal.

Selain itu, mengutip paytren.co.id, Yusuf juga mendirikan juga mendirikan aplikasi pembayaran elektronik dengan sebutan Paytren yang berfungsi sebagai uang elektronik (e-money). Bisnis ini berada di bawah PT Veritra Sentosa Internasional.

Pengguna e-money dari Paytren dapat digunakan untuk membayar listrik, air PAM, tiket pesawat, kereta api, travel, voucher game, dan sedekah.

Beberapa fitur-fitur yang ditawarkan aplikasi Paytren, antara lain transfer bank, Belanjaku, cashback, sedekah, Paytren Academy, Paytren Connect, pinjam meminjam dan produk emas Paytren.

[Gambas:Video CNN]

(tdh/aud)






Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore