KCIC Ungkap Kendala Tanah Lempung Kereta Cepat, Titik Tersulit dan Mudah Lapuk

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


TEMPO.CO, Jakarta – PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) memastikan pengerjaan terowongan Tunnel 2 untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang terganggu kondisi tanah lempung, sudah melibatkan para ahli.

Ia mengatakan penanganan struktur tanah di lokasi terowongan itu telah melibatkan ahli dari Cina serta Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengatasi hambatan geografis tersebut.

“Para ahli dari Tiongkok dan ITB tersebut akan dimaksimalkan untuk transfer knowledge kepada seluruh pekerja kereta cepat di titik konstruksi,” kata Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dalam pernyataan di Jakarta, Kamis 13 Januari 2022. 

Sebelumnya, pengerjaan Tunnel 2 yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat, menjadi salah satu titik konstruksi yang mempunyai tantangan tinggi karena berada di tanah lempung (clay shale). 

Jenis tanah tersebut mempunyai karakteristik yang mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian, sehingga berpotensi menimbulkan pergerakan konstruksi timbunan maupun jalan yang terdapat di atasnya.

“Tunnel 2 memang salah satu titik tersulit. Lokasinya berada di area clay shale yang karakteristik tanahnya mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian berlangsung. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru,” kata Dwiyana.

Lebih lanjut, Dwiyana menjelaskan bahwa tenaga ahli berpengalaman didatangkan untuk membantu bagian permukaan terowongan karena sangat menguasai metode grouting yang selama ini dipakai untuk mengerjakan beberapa proyek terowongan kereta cepat.





Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore