Juventus Kalah di Piala Super Italia, Allegri: Sepak Bola Diciptakan Iblis |Republika Online

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


Allegri sesali Juventus kehilangan konsentrasi di pengujung laga kontra Inter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih Juventus Max Allegri menilai timnya kehilangan trofi Piala Super Italia dari Inter Milan karena kehilangan fokus dalam lima detik terakhir sebelum peluit panjang tanda pertandingan berakhir ditiup oleh wasit. Juventus tumbang 1-2 dari Inter Milan di Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (13/1/2022) dini hari WIB, lewat gol menit akhir babak perpanjangan waktu dari Alexis Sanchez.


Bianconeri sempat unggul terlebih dahulu melalui sundulan Weston McKennie, yang dihapus oleh gol penyeimbang dari penalti dari Lautaro Martinez. Setelah imbang di waktu normal, pertandingan berlanjut hingga perpanjangan waktu dan hampir berlanjut ke babak adu penalti.


Namun, Alexis Sanchez berhasil memanfaatkan kesalahan Alex Sandro dan mencetak gol kemenangan Inter di detik-detik terakhir pertandingan. Ini membuat Inter Milan berhak meraih trofi keenam Piala Super Italia sepanjang sejarah Nerazzurri.


“Itu pertandingan nyata, ujian yang bagus bagi kami untuk melihat di mana kami berada. Sayangnya, sepak bola terkadang terasa seperti diciptakan oleh Iblis,” kata Allegri dikutip dari Football Italia, Kamis (13/1/2022).


Ia mengatakan Inter melakukan kesalahan naif lima detik menjelang akhir pertandingan. Ia bangga timnya mampu meladeni tim terkuat di Italia saat ini dan memiliki beberapa peluang. Sebaliknya, lawan tak punya banyak kesempatan untuk menjebol gawang Juventus. 


“Kami tertekan pada 10 menit pertama, tetapi kemudian melakukannya dengan sangat baik,” kata dia.


Sport Mediaset menyatakan sebelum gol itu terjadi, Allegri dan stafnya meminta para pemain Juventus untuk melakukan pelanggaran agar Inter mendapatkan tendangan bebas. Ini agar Leonardo Bonucci bisa masuk sebagai pemain pengganti dalam adu penalti. Bonucci merupakan eksekutor andalan Juventus untuk tendangan penalti. Inilah yang dinilai mengalihkan perhatian para pemain Juventus di momen kunci.


“Kekalahan lima detik dari akhir memang menyakitkan, tetapi kami perlu menggunakan kemarahan itu untuk Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Kami perlu melihat sisi positifnya, tim membaik, terutama secara fisik. Ini pertandingan satu kali, tidak berjalan seperti yang kami inginkan, jadi sekarang kami fokus pada liga,” kata Allegri.


Ia memuji kinerja sejumlah pemain yang bagus, mengingat Juventus tak menurunkan beberapa pemain kunci karena sejumlah kendala seperti Matthijs de Ligt, Juan Cuadrado, Wojciech Szczesny, Federico Chiesa, Danilo, Aaron Ramsey, dan Bonucci.


“Ini adalah bukti ada pendekatan terpadu dari semua orang. Terlepas dari kesalahan terakhir, kami melihat Alex Sandro kembali ke levelnya yang biasa, sementara Daniele Rugani melakukannya dengan baik lagi di pertahanan setelah pertandingan melawan Roma,” tegasnya.


 





Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore