Jumlah Pendaftar Haji Turun, Antrean Tetap Panjang

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


JawaPos.com – Dua tahun tidak ada pemberangkatan jemaah membuat dana haji di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) semakin menggelembung. Sebaliknya, antrean haji semakin panjang. Sebab, pada masa pandemi Covid-19, animo masyarakat mendaftar haji tidak turun signifikan.

Data sampai pengujung 2021, dana haji yang dikelola BPKH mencapai Rp 158,88 triliun. Lebih besar dibandingkan dana haji pada 2020 sebesar Rp 144,91 triliun. Dengan kata lain, terjadi peningkatan 9,64 persen.

Selain itu, BPKH semakin agresif dalam menempatkan dana haji dalam instrumen investasi. Sepanjang 2020, dana haji yang ditempatkan dalam instrumen investasi mencapai Rp 113,24 triliun. Sisanya disimpan dalam penempatan di bank syariah dalam bentuk giro dan deposito sebesar Rp 45,64 triliun.

Dengan instrumen investasi dan penempatan di bank itu, BPKH memperoleh imbal hasil atau nilai manfaat Rp 10,55 triliun. Nilai manfaat itu lebih besar dibandingkan periode 2020 yang tercatat Rp 7,43 triliun.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu menyampaikan rasa syukur karena pengelolaan dana haji tahun lalu telah melebihi target. ’’Di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 yang menerpa seluruh dunia, termasuk Indonesia, BPKH bisa melakukan pengelolaan dana haji yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya,’’ tuturnya di Jakarta kemarin (12/1).

Anggito mengakui bahwa pandemi berpengaruh terhadap jumlah pendaftar haji. Diperkirakan, penurunan jumlah pendaftar haji dibandingkan sebelum ada pandemi sekitar 10 persen. ’’Pendaftar haji 2020 juga sudah turun,’’ katanya.





Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore