Gubernur Sumsel Didaulat Jadi Dewan Penasehat PBNU

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


Gubernur Sumsel Didaulat Jadi Dewan Penasehat PBNU
Gubernur Sumsel, Herman Deru. Foto: Istimewa

Gubernur Sumsel, Herman Deru didaulat sebagai mastasyar atau dewan penasehat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) khidmat 2022-2027. Hal tersebut diketahui berdasarkan SK susunan pengurus PBNU dengan Nomor 01/A.II.04/01/22 tanggal 12 Januari 2022.

Gubernur bilang, didaulat sebagai Mustasyar di PBNU merupakan suatu kehormatan tersendiri sebab NU salah satu organisasi yang sangat besar. Harus bisa menjaga nama baik nahdliyin baik di Sumsel maupun nasional.

Dia menyadari, tugas sebagai mustasyar bukanlah tugas yang mudah. Apalagi, pengurus PBNU merupakan orang-orang yang memiliki ilmu agama yang mumpuni. Pengurus PBNU merupakan ulama dan orang-orang berilmu agama yang baik.

“Mungkin ada sudut pandang lain, karena saya bukan seorang ulama dan ini tentu kebanggan nahdliyin Sumsel. Tanggung jawab ini harus dijalani dengan rasa syukur," katanya.

Dia juga berkomitmen, akan berupaya membawa NU agar semakin dipercaya. Bukan hanya kepercayaan dari anggotanya saja, melainkan lintas ormas bahkan lintas agama.

Pihaknya ingin NU ini punya gerakan yang betul-betul dirasakan masyarakat. Misalnya gerakan ekonomi bahkan gerakan yang dapat semakin menumbuhkan toleransi yang kental.

Toleransi harus terus ditegakkan karena masih ada sebagian kelompok yang krisis toleransi. Pemda juga mengajak masyarakat untuk menyatukan Indonesia agar semakin lebih baik lagi dan namanya terus dikenal bertengger di Internasional.

“NU ini harus menjadi kekuatan syiar. Arus besar ini harus membawa manfaat bagi masyarakat," katanya.

Gubernur Herman Deru memang telah lama berkiprah di kepengurusan NU denga mengemban amanah sebagai Ketua ISNU Sumsel. Tidak hanya Hermen Deru tokoh Sumsel lainnya yang masuk kepengurusan PBNU yakni KH Amiruddin Nahrawi. Pria yang akrab disapa cak Amir tersebut didaulat sebagai Ketua di PBNU.

"Terima kasih atas amanah yang dipercayakan, saya akan membantu KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk membesarkan PBNU,” katanya.

Sebelumnya, kepengurusan PBNU masa khidmat 2022-2027 secara resmi diumumkan, di Jakarta. Ketua Umum PBNU Gus Yahya mengatakan, kepengurusan tersebut diputuskan dalam rapat bersama formatur.

Periode kepengurusan menjadi 2022-2027, karena Muktamar ke-34 NU dilaksanakan pada akhir tahun 2021. Sedangkan surat keputusan tentang susunan kepengurusan ditetapkan pada 12 Januari 2022 dan berlaku hingga 12 Januari 2027. (rilis)



Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore