Gibran Minta Daerah Lain Kirim Vaksin Hampir Expired untuk Booster

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


Solo, CNN Indonesia

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, berencana memulai booster vaksinasi untuk Covid-19 di wilayahnya dimulai Jumat (14/1).

Rencananya, Pemkot Solo menggunakan vaksin merek Pfizer dan Astrazeneca untuk dosis ketiga vaksin Covid-19 tersebut.

Namun Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan saat ini pemerintah kota tersebut hanya memiliki sisa vaksin Pfizer dan Astrazeneca yang terbatas.

Oleh karena itu, dia berencana meminta kiriman vaksin tambahan dari Pemerintah Pusat agar program vaksin booster Covid-19 di Solo berjalan lancar. Tak hanya itu, Gibran juga meminta kepala daerah lain yang masih memiliki stok vaksin berlebih agar dikirim ke Kota Bengawan.

“Kita coba koordinasi dengan kabupaten kota lain yang Astrazeneca atau Prizer-nya akan expired bulan-bulan ini. Kami minta supaya bisa diakomodasi di Solo,” katanya di Solo, Rabu (12/1).

Hal itu dinilai efektif mengingat usia vaksin yang terbatas. Vaksin yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa akan terbuang sia-sia karena tidak bisa digunakan. Gibran yakin Pemkot Solo mampu menghabiskan banyak pasokan vaksin dalam waktu singkat.

“Tenang saja. Kita selalu paling cepat kok,” klaim putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan saat ini pihaknya masih memiliki banyak stok vaksin. Hanya saja kebanyakan stok tersebut meruakan merk Sinovac yang tidak bisa digunakan untuk booster di Solo.

“Ada panduan dari Kementerian Kesehatan untuk saat ini kebijakannya heterolog. Jadi kalau dua dosis pertama pakai Sinovac, boosternya nggak boleh pakai Sinovac lagi,” kata dia yang juga karib disapa Ningtersebut.

Ia mengaku hal tersebut menjadi masalah karena sebagian besar warga Solo menggunakan vaksin Sinovac untuk dosis pertama dan kedua. Praktis, Pemkot Solo hanya bisa menggunakan merek lain.

“Saya cuma punya Astrazeneca 200 dosis,” kata Ning.

Pasokan tersebut diperkirakan cukup untuk menyuntik 400 orang. Mengacu panduan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), vaksin booster hanya menggunakan setengah dari dosis vaksin primer (dosis pertama dan kedua). Meski demikian, Dinkes Solo memastikan akan tetap memulai program vaksin booster sesuai jadwal.

“Siapa tahu nanti malam kita dapat kiriman vaksin lagi? Dari Pusat kan pasti ada alokasi untuk booster,” kata Ning.




Infografis - Daftar Booster Vaksin Covid Diizinkan BPOM RI

Lebih lanjut, Ning menerangkan vaksin booster di Solo akan diprioritaskan untuk lansia dan kelompok rentan sesuai arahan Pemerintah Pusat. Ia meminta masyarakat umum bersabar menunggu giliran karena vaksin booster akan diberikan secara bertahap.

“Kan semua masyarakat di atas 18 tahun semua dapat. Tidak usah khawatir, ditunggu saja. Kan Nggak mungkin semua selesai satu bulan,” katanya.

Vaksinasi sendiri rencananya akan dilaksanakan di Puskesmas dan rumah sakit di Kota Solo. Dinkes Solo akan bekerja sama dengan camat dan lurah di wilayah untuk mendata sekaligus mendorong masyarakat agar mengikuti vaksin booster.

“Nanti saya akan berhubungan dengan kecamatan dan kelurahan. Intinya kita akan memberikan booster kepada masyarakat sesuai arahan Presiden. Semua gratis,” kata Ning.

(syd/kid)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore