BPKH Melakukan Investasi Tahap Dua di APIF-Islamic Development Bank

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


BADAN Pengelola Keuangan Haji atau BPKH melalui Bidang Investasi dan Kerja Sama Luar Negeri pada tahun 2021 telah melakukan investasi tahap ke dua di APIF-Islamic Development Bank tepatnya di bulan Juni 2021 sebesar US$6.513.824. Sehingga total investasi tahap pertama dan tahap kedua di APIF adalah sebesar US$11.513.788 eqv sebesar Rp164.863.051.925 (kurs US$14.318). 

Investasi tersebut menempatkan BPKH yang mewakili Indonesia di urutan ketiga shareholder APIF atau sebesar 8,74% dari total dari AUM yang dikelola APIF sebesar US$114.400.000

Pada investasi tahap pertama, APIF telah memberikan nilai manfaat sebesar 4,6% dalam mata uang dollar, yang merupakan nilai manfaat tertinggi dari seluruh instrumen investasi BPKH dalam mata uang asing. Selain nilai manfaat, investasi tersebut memberikan nilai tambah dalam bentuk pertumbuhan NAV dan telah membukukan komitmen investasi IsDB/APIF di Indonesia sebesar US$65 juta.

APIF adalah sebuah Fund yang dikelola oleh IsDB sebagai mudharibnya (asset manager). Fund yang dikelola dapat digunakan untuk membiayai pembangunan/pengembangan dari property wakaf melalui Islamic Finance mechanism maupun pembiayaan untuk pembangunan wakaf real estat baru yang menghasilkan pendapatan untuk mendukung lembaga amal dan LSM, membantu menyebarkan budaya wakaf/wakaf sebagai salah satu cara untuk mencapai keberlanjutan keuangan jangka Panjang.

Adapun tujuan dari investasi tersebut adalah Strategic partnership dengan IsDB, Memperkokoh posisi BPKH di Board APIF dengan akses kepada Awqaf Board KSA yang dapat sangat membantu dalam usaha BPKH untuk memiliki aset immovable di Tanah Suci, Nilai manfaat dan Natural Hedging.  

Banyak manfaat yang didapat oleh BPKH dalam berinvestasi di APIF. Di antaranya adalah optimalisasi nilai manfaat dengan tetap menjaga nilai capital investasi tetap aman, sesuai prinsip Syariah dan Sebagai bagian dalam upaya Natural Hedging atas kewajiban-kewajiban BPKH dalam valuta asing yaitu ada manfaat yang lebih besar yaitu Penguatan Strategic Partnership dan positioning BPKH dalam IsDB dan negara–negara member OKI.

Dampak dari Investasi APIF ini pun dirasakan ke depannya dan akan menggerakkan wakaf di Indonesia. Di antaranya adalah APIF bekerja sama atau berinvestasi di Yayasan atau nadzir di naungan Badan Wakaf Indonesia yang akan melakukan proyek-proyek pembangunan seperti rumah sakit, sekolah atau asset-aset produktif lainnya seperti Gedung perkantoran. Hal ini tentunya menjadi dampak positif bagi ekonomi dan kemaslahatan umat di Indonesia. 

Penjabat Direktur Departemen Pengembangan Sektor Keuangan Islam, Dr. Mohamed Ali Chatti menyatakan Investasi APIF saling menguntungkan. ”Selain menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan dan dapat diandalkan bagi investor, investasi tersebut juga mencapai dampak besar pada tujuan pembangunan sosial-ekonomi mereka di bidang pendidikan, bidang sosial, dan kesehatan. Investasi tambahan tersebut mewakili kepercayaan investor kami atas pencapaian APIF saat ini dan rencana masa depan.” (OL-10)






Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore