Bandara Baru Bali Bakal Dibangun China, Ini Reaksi Pemerintah

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp


Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menerima dokumen studi kelayakan dan rencana bisnis pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan, Buleleng, Bali. Proyek bandara ini rencananya dibangun oleh kontraktor China.

Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BPKM Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional M Pradana indraputra mengemukakan pemerintah telah mengeluarkan surat dukungan pembangunan bandara tersebut.

“Kami siap membantu percepatan realisasi pembangunan bandar udara, karena ada investasi yang cukup besar di proyek itu yang melibatkan pengusaha lokal dan akan mendorong pertumbuhan UMKM,” kata Pradana, Selasa (11/1/2022)./

Surat dukungan tersebut diberikan setelah BKPM melakukan pertemuan dengan PT BIBU Panji Sakti, yang merupakan penggagas utama dari proyek pembangunan bandara Bali Utara.




Rancangan Bandara Bali Utara (Tangkapan Layar via website bibuairport.com)Foto: Rancangan Bandara Bali Utara (Tangkapan Layar via website bibuairport.com)
Rancangan Bandara Bali Utara (Tangkapan Layar via website bibuairport.com)

Adapun isi surat tersebut menyatakan dukungan pemerintah dan kementerian/lembaga terkait siap memfasilitasi rencana investasi agar dapat terealisasi dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Proyek ini diperkirakan menelan biaya investasi sebesar Rp 50 triliun yang meliputi bandara, aerocity, dan aetropolis. Kawasan Kubutambahan diperkirakan akan menjadi pusat pengembangan ekonomi di kawasan Bali Utara,

Adapun proyek tersebut diharapkan dapat menyerap 200 ribu tenaga kerja. Kehadiran bandara tersebut diharapkan dapat mengembangkan sektor pariwisata, pertanian, perikanan dan UMKM di kawasan tersebut.

Sebagai informasi, pembangunan bandara ini dilakukan setelah PT BIBU Panji Sakti meneken nota kesepahaman dengan China Construction First Group Ltd (CCFG), yang merupakan anak perusahaan China CSSEC.

CCFG nantinya akan bergerak menjadi kontraktor utama dalam pembangunan bandara internasional tersebut. Bahkan, perusahaan juga siap mendanai proyek pembangunan bandara dengan skema turkney.

PT BIBU Panji Sakti sudah meneken nota kesepahaman dengan China Construction First Group Ltd (CCFG), yang merupakan anak usaha BUMN China, CSCEC.

“Ini merupakan penguatan komitmen kerja sama kedua belah pihak dan sekaligus memperbaharui nota kesepahaman yang pernah kami tandatangani bersama pada 7 Agustus 2020 lalu,” kata Direktur Utama PT BIBU Erwanto Sad Adiatmoko dalam keterangan resmi.

[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)




Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore