47 Perusahaan Batu Bara Penuhi DMO Lebih dari 100 Persen

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp



Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan 47 perusahaan batu bara mampu memenuhi kewajiban penjualan untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) lebih dari 100 persen.

“Terkait dengan kewajiban DMO-nya ada 47 perusahaan yang bisa melebihi 100 persen,” kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (13/1).

Ia merinci, dari 578 perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batu bara di Indonesia, 47 perusahaan mampu penuhi DMO lebih dari 100 persen, 32 perusahaan memenuhi DMO 75-100 persen, dan 25 perusahaan hanya memenuhi DMO 25-75 persen.

Kemudian, 17 perusahaan yang memenuhi DMO 25-50 persen, 29 perusahaan dengan rentang pemenuhan 1-25 persen DMO, dan 428 perusahaan tidak pernah memenuhi ketentuan alias nol persen DMO.

Arifin sudah mengirimkan dua tim ke lapangan guna mengidentifikasi krisis energi primer pada 1 Januari 2022 lalu. Tim pertama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan meninjau sarana-sarana penyimpanan batu bara di 10 PLTU yang kritis untuk melihat persediaan stok. Hasilnya ternyata stok batu bara cukup kritis, kemudian ini berkembang menjadi 17 unit.

Tim kedua dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara bersama tim bea cukai, BPKP, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memeriksa langsung kondisi pelabuhan-pelabuhan ekspor di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui jumlah kapal beserta isinya. Menurut Arifin, ada ratusan tongkang dan puluhan kapal-kapal besar yang siap berlayar membawa batu bara ke luar negeri.

“Kalau kita lihat dari 600 juta ton batu bara yang diproduksi di dalam negeri, 40 persen yaitu 240 juta ton masuk ke dalam kategori spesifikasi yang dibutuhkan oleh PLN,” ujar Arifin.

Ia menjelaskan pemakaian PT PLN (Persero) rata-rata 10 juta ton per bulan. Artinya, volume batu bara banyak namun sudah siap untuk dilempar ke pasar luar.

Pemerintah lantas menahan kapal-kapal logistik batu bara berdasarkan spesifikasi untuk meneruskan ekspor. Kemudian, pemerintah mengambil langkah untuk menjadwalkan ulang atau mengalokasikan ulang batu bara tersebut.

Berdasarkan pendataan pemerintah terdapat klasifikasi batu bara yang tidak masuk dalam spesifikasinya PLN.

Menurut Arifin, apabila ada pemilik material batu bara yang tidak bisa memenuhi 25 persen DMO, maka pemerintah tidak akan mengizinkan kapal-kapal logistik yang memuat batu bara itu berlayar ke luar negeri. Berdasarkan hasil inventarisasi, terdapat tambahan stok batu bara sebanyak 5,1 juta ton.

“(Izin) yang kami berikan adalah perusahaan yang memiliki lebih dari 100 persen kewajibannya,” ujarnya.

Arifin memastikan pasokan batu bara PLN sudah diamankan. Sepanjang Januari 2022, pemerintah telah mengamankan 16,2 juta ton batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik berkat dukungan produsen batu bara dan asosiasi angkutan logistik.

[Gambas:Video CNN]

(Antara/sfr)






Source link

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore